when ur mind and heart unsynchronize..

mata indah

You see, mata yang indah itu tidak membutuhkan operasi dan kosmetika. Mata indah itu perlu dilatih, agar menjadi terang, tajam, peka, berkilau, dan bercahaya. Peka melihat keindahan dari Tuhan, dan peka melihat mereka yang membutuhkan kita.

Saat kita mampu melakukan semua itu, I guarantee you, you will have the most beautiful eyes in this world….

Dari sini… :)

kudatang,mencari satu alasan
tuk menepis semua keraguan di dalam hatiku ini

benarkah,bahwa cinta mampu mengobati
segala rasa sakitku ini
ingin kupercaya,ingin kupercaya…

kau bilang cinta selalu mengerti
kau bilang cinta tak salah
kau bilang cinta kan saling percaya

kukira kutakkan mampu sadari,
ketululusan cinta yang sempurna dibalik
semua kekurangan ini…

namun denganmu,kutau cinta kan
mengobati segala hampa hatiku ini
kini kupercaya,kupercaya…

kuyakin cinta,slalu mengerti
kuyakin cinta tak salah
kuyakin cinta kan saling percaya

yakinlah cinta selalu mengerti
yakinlah cinta tak salah
yakinlah cinta kan saling percaya

ko ga diarak?

  • M : mbak, km ga diarak?
  • V : iyah
  • M : bukannya dulu km sering bikin arak2an?
  • V : iyah, tapi sekarang udah ga boleh..
  • M : lha? tadi mama liat banyak ko arak2an..
  • V : ...
  • ka vinta maaf ya.. akupun ingin mengarak kakak dan banyak kakak-kakak 2005 lainnya yang udah begitu berjasa untuk HMIF, tapi tak ada daya upaya.. makasih ka udah jadi DE HMIF di 3 kepengurusan, semangat fasttracknya : )
  • eh, gapapa lhooo..saya benar2 sudah paham kondisinya ko..: D

sndp:

Bismillah..

semangat!

wisudaan(part 2)

ok, cukup sedih2an nya..sekarang bagian seneng2nya..

kyaaaa, akhirnya saya wisuda juga lhoo„

setelah 4 tahun ‘berjuang’ di informatika itb..

ampe begadang2, nginep2 di kampus, sampe sakit, bahkan sampe kekunci di lorong..

bangga rasanya orang tua bisa menyaksikan saya salaman sama pak rektor..

hohoho..

terima kasih banyak labtek V yang selalu menjadi tempat saya bernaung, belajar, berkembang

terima kasih para staff pendidik dan karyawan ITB, atas ilmu dan didikan yang telah diberikan

terima kasih banyak untuk semua para pejuang (baca : mahasiswa) yang menemani saya berkembang dan belajar bersama di ITB..

terutama untuk pacifist..terima kasih atas canda, tawa, tangis, kekesalan, kemarahan, rasa sayang, perhatian, dan keluarga yang telah diberikan selama di ITB

dan seluruh pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu..

terima kasih..

:)

perjuangan tidak berakhir sampai di sini kawan..

selamat menempuh jalan hidup masing2..

selamat berjuang mencapai cita-cita masing2..

smoga kita semua akan tetap keluarga selamanya..

:)

wisudaan

lagi pada rame2 di milis ttg wisudaan..

sebenernya aga kecewa juga sih dengan wisudaan yg kmarin..klo syukwisnya sih ok, tapi pas hari wisudaannya jujur gw kecewa..

gw ngebandiingin dengan 5 syukuran wisuda yang sudah pernah gw bikin (maksudnya dengan gw berpartisipasi sebagai angkatan yg bertanggung jawab mengadakan)..Inti dari adanya syukuran wisuda kan penghargaan bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan masa studinya di IF. sekaligus sebagai ucapan terima kasih atas kontribus mereka di HMIF. Maka dari itu, gw selalu berusahaan untuk memberikan yang terbaik buat para wisudawan..ntah itu gw langsung terjun ngebantuin panitia, ato minimal datang dan meramaikan..

Testimoni gw banyak yg terpotoonngg..huhuhu..emg sih itu ide gw untuk memudahkan dalam memberikan testimoni kepada para wisudawan yg lain..tapi please lah, itu kesan pesan dari temen gw, buat gw..bisa jadi itu satu2nya kenangan terakhir yg bisa gw dapet dari temen gw..teganya pesan itu terpotong atau salah masuk ke testimoni orang lain..

yang paling bikin gw kecewa adalah, gw gagal ‘mengenalkan’ keluarga gw dengan ‘keluarga’ gw di HMIF..

Mungkin ga banyak yang tahu bahwa keaktifan gw di HMIF itu selalu ditentang oleh orang tua gw..Dan gw akhirnya memutuskan untuk tetap aktif di HMIF dan menyadari konsekuensi atas apa yang gw pilih..

Gw jarang pulang ke jakarta, karena ada kegiatan di bandung. Entah itu rapat, wisudaan, ato acara lainnya. berkali-kali gw harus memberikan penjelasan pada orang tua gw bahwa gw sudah berkomitmen untuk menjalani hal tersebut. Mungkin tidak etis menyebutkan hal ini, tapi apakah 3.5 tahun saya di HMIF masih kurang cukup?

gw berpikiran hal yang sama dengan Winda, ingin memberikan layanan yang terbaik bagi orang tua. tapi ketika gw menemui pak Suhartono, nampaknya sudah sangat tidak mungkin untuk meminjam ruangan dsb dsb. Dan dengan sangat terpaksa, gw memberitahukan pada orang tua gw untuk pulang saja, dengan alasan yang sama seperti Winda. Mohon maaf jika sebelumnya saya bilang bahwa saya setuju jika ada acara orang tua. Saya sangat mengerti bagaimana orang tua akan menyikapi hal tersebut, sehingga dengan sangat terpaksa orang tua saya beri tahu untuk pulang terlebih dahulu..

Setelah foto bersama rektor, gw berjalan menuju labtek V. Gw ingin bertemu dengan HMIF..Tapi ternyata, jumlahnya tidak sebanyak yang dibayangkan..Agak kecewa juga sih..mungkin memberikan penghargaan (minimal ucapan selamat tinggal deh, walopun gw masih di sini juga) bukan suatu hal yang penting lagi saat ini..Tapi hal itu agak terobati dengan banyaknya if2004 yang sengaja datang ke bandung untuk memberikan ucapan selamat, bahkan sampai masuk ke sabuga..

gw ingin sekali orang tua gw melihat, bahwa gw punya keluarga di sini..keluarga gw di sini menyambut gw ketika gw telah selesai menempuh masa studi di IF. gw ingin sekali mempertanggungjawabkan komitmen yang telah gw pilih..ingin sekali memperlihatkan pada orang tua gw, bahwa gw memilih komitmen itu bukan tanpa alasan, tapi memang karena gw ingin dan bisa memberikan sesuatu di situ..tapi sayang, semua itu tidak bisa diwujudkan..

Namun saya mengerti, bahwa memang wisudaan kali ini berbeda. Ada peraturan yang membatasi, sehingga pada akhirnya saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya harapkan. Mungkin beberapa orang mengungkapkan uneg2nya di milis, namun saya mengerti dengan keterbatasan yg ada. postingan ini sekedar untuk mengungkapkan uneg2 saya..

Anyway„terima kasih banyak HMIF atas semua pembelajaran yang telah engkau berikan selama 4 tahun saya menjalani masa studi..

semoga HMIF menjadi organisasi yang terus belajar untuk menjadi lebih baik..

ko ga diarak?

  • M : mbak, km ga diarak?
  • V : iyah
  • M : bukannya dulu km sering bikin arak2an?
  • V : iyah, tapi sekarang udah ga boleh..
  • M : lha? tadi mama liat banyak ko arak2an..
  • V : ...

Saya resmi pengangguran..

syva:

Sidang TA udah dari tgl 14 September, Sidang Yudisium udah tanggal 6 Oktober.. Kerjaan pun ga ada.. Tapi gw baru bener2 merasa resmi pengangguran hari ini.. Tanya Kenapa? Karena hari ini untuk pertama kalinya gw masukin lamaran kerja.. Hehe..

Yup, seharian muter2 di titian karir ITB, berbekal CV-SKL-Transkrip yang udah disiapin, gw untuk pertama kalinya mencoba peruntungan (aamiin) di dunia kerja.. Cuma pengen cerita, tampaknya gw termasuk pemilih dalam pencarian kerja.. Someone said gw kebanyakan ngasih batasan/rule buat lowongan kerja yg gw masukin.. Emang apa aja sih:

1. Gw ga pengen yg berhubungan dengan programming (sounds silly/weird yeah??)

2. Gw ga mau masukin kalo ada tulisan “Bersedia ditempatkan di daerah mana saja”

3. Dan tulisan “Tidak boleh menikah dan hamil selama periode XX”

Cuma itu kok, emang kebanyakan ya?? Well, semua terkait dengan prinsip dan cita2 gw sih.. Tetep banyak kok lowongan yg gw masukin.. Pada akhirnya semua kukembalikan pada-Nya.. Doakan saya mendapat pekerjaan yang sesuai dengan minat, kesukaan, gaji (hehe), dan prinsip hidup serta agama yaa.. aamiin.. :)

Amiinn..Semangat syva!

sebenernya klo mo mengakhiri masa pengangguran ga cuma dengan kerja lhoo..bisa juga dengan jadi ibu rumah tangga.. :D

kacau

1 dosen cuma boleh 15 mahasiswa (S1, S2, dan S3)

dosen SI cuma ada 2..

S2 SI ada 40 orang

S1 IF ada belasan org yg TA di SI..

buset, cemmana saya bisa thesis di sono? mau ngetek duluan kaga enak, blm tentu jadi juga..huhuhuhuhu

gmn nanti mahasiswa STI yak? kan ada 80 orang..

Saya pernah membaca doa yang bunyinya sebagai berikut.

“Semoga Allah SWT memberikan ketenangan bagiku untuk menghadapi hal-hal yang tak bisa kuubah, kekuatan bagiku untuk memanipulasi secara positif hal-hal yang dapat kuubah, serta kebijakan untuk dapat membedakan keduanya”

Saya tulis doa tersebut pada papan di dinding kamar agar saya bisa membacanya setiap hari. Untuk mengingatkan bahwa memang banyak hal yang tidak akan pernah bisa saya ubah. Untuk menguatkan saya, bahwa saya bisa melakukan hal-hal sebaik yang saya bisa. Untuk meyakinkan saya, bahwa saya mampu untuk membedakan hal yang bisa saya ubah dan hal yang tidak bisa saya ubah.

Tapi bagaimana?

Bagaimana jika saya ingin sekali mengubah sesuatu yang tidak bisa saya ubah?

Bagaimana jika saya tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal dengan baik?

Bagaimana jika saya gagal dalam membedakan keduanya?

Di malam ini, dengan penuh kerendahan hati, saya kembali berdoa.

Ya Allah„

Berikan aku ketenangan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang tidak bisa kuubah..

Berikan aku kekuatan,keteguhan hati, dan keberanian untuk memanipulasi secara posistif hal-hal yang dapat kuubah..

Berikan aku kebijakan, pengetahuan, dan keadilan untuk membedakan keduanya.

Amin.